Jumat, Agustus 25, 2006
Robbi...
Ya Rabby,...
ketika aku jatuh cinta lagi, ijinkan ia datang pada waktu yang tepat, dimana dengan cinta itu akan membuatku selalu mengingatMU, dan bukan melupakanMU

Ya Rabby,...
Ketika aku jatuh cinta lagi, cintakan hamba pada seorang yang senantiasa mencintaiMU dan bisa membuatku semakin mencintaiMu

Ya Rabby,...
Ketika aku jatuh cinta lagi, jagalah hati hamba, agar cinta itu tidak berbalik menjadi mata pisau tajam yang siap meporak-porandakan cintaku PadaMU

Ya Rabby,...
ketrika aku jatuh cinta lagi, cintakan hamba pada seorang yang melabuhkan cintanya PadaMu agar bertambah kekuatanku untuk melabuhkan dan mencintaiMu

Ya Rabby,...
ketika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seorang yang tertaut hatinya padaMu, agar tidak terjatuh dalam jurang cinta semu

Ya Rabby,...
Ketika aku rindu, rindukanlah aku pada seorang yang merindui syahid di jalanMU

Ya Rabby,...
Ketika Kau halalkan aku merindu kekasihMu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepadaMU.

Amin ya Rabbal Alamin...
posted by Bunda HaNa @ 8/25/2006 03:42:00 PM   0 comments
Selasa, Agustus 15, 2006
Teruntuk para ikhwan, sang pemilik tulang rusuk yang hilang…
Aku tahu, saat ini adalah masamu untuk mencari dan berusaha untuk menemukan tulang rusukmu yang hilang. Kau begitu ingin dan bersemangat untuk mencari dan segera menemukannya. Sebab, tulang rusuk itu adalah sesuatu yang teramat berarti bagimu. Teramat penting bagi kehidupanmu. Dia adalah sesuatu yang dapat menentramkan hatimu, menenangkan jiwamu, dan membahagiakan hidupmu. Dia adalah teman sejati, yang kau ingin bersama-sama dengannya mengarungi hidup yang penuh dengan onak dan duri ini. Dia adalah sahabat, tempatmu mencurahkan keluh kesahmu, tempatmu berbagi rasa, dan tempatmu menyandarkan kepala dalam dekapan hangatnya. Dia adalah ibu kedua bagimu sekaligus ibu bagi anak-anakmu; mengurus semua keperluan kalian, mengatur dan memperindah rumah kalian, serta menghiasnya dengan ketaatan dan kepatuhan serta keikhlasan semata-mata untuk mencari ridhamu dan ridha Rabbnya. Dia adalah istri, separuh hatimu, separuh jiwamu, dan separuh nafasmu. Dia melayanimu, dia mematuhi dan mentaatimu, dia memberikan segenap cinta dan kasihnya yang suci untukmu. Di matanya, engkau adalah satu-satunya laki-laki tercinta. Dan ia siap untuk berkorban apa saja-selama itu tidak melanggar syariat-demi mempertahankanmu di sisinya. Dia adalah adik, teman bermainmu, tempatmu bercanda dan ia akan membuatmu selalu tertawa bahagia dengan kelucuan dan kepolosannya. Dia adalah hiburan bagimu di saat engkau merasa lelah dan suntuk. Ia akan membuatmu tersenyum, ketika engkau diliputi kesedihan dan duka. Kemanjaannya, kelucuannya, keluguannya…Kau pasti akan bahagia bersamanya…
Aku tahu…aku sangat tahu…Engkau pasti merindukan dan memimpikan belaian kasihnya, suara lembutnya yang manja, serta keluhuran budinya yang mempesonamu…
Aku tahu, kau pasti akan berusaha untuk mengejar dan mendapatkannya.
Maka inilah wasiat dan nasihatku kepadamu, wahai para pria yang ingin segera menyempurnakan separuh diinnya….
Bertaqwalah kepada Allah, dan takutlah akan adzab-Nya yang pedih, menjauhlah dari segala sesuatu yang dibenci oleh-Nya. Sesungguhnya, jika engkau adalah seorang laki-laki yang baik dan mencintai kebaikan, tunaikanlah hak saudaramu dan berlakulah yang adil.
Sesungguhnya pernikahan tak hanya sebatas pada urusan tempat tidur (maaf, pen)! Pernikahan adalah sebuah perkara yang teramat sulit dan membutuhkan komitmen tinggi sebab konsekuensi yang harus dihadapi sangat banyak dan berat. Jangan pernah berandai-andai bahwa pernikahan segalanya berisi sesuatu yang indah. Tidak! Bukanlah hakmu untuk berangan-angan tinggi seperti itu! Untuk melangkah ke arah mahligai itu, engkau harus benar-benar mempersiapkannya dengan baik dari dalam dirimu.
Tanyakan pada hatimu sendiri; sudah mantapkah diinmu? Dan apakah engkau telah menjalankan syariat dengan baik dan sesempurna mungkin? Apakah engkau masih sering dan belum dapat meminimalisir perbuatan maksiat dan bid’ah? Apakah engkau sudah menjalankan konsekuensi apa yang telah kau ikrarkan, yakni berpegangteguh kepada al-qur’an dan sunnah, seperti nisbatmu pada ahlussunnah waljama’ah? Bagaimana dengan kematangan emosimu? Apakah engkau yakin dengan kedewasaan yang ada pada dirimu? Sudah bisakah dirimu menghadapi masalah yang datang padamu dengan kepala dingin, tenang, dan bijaksana? Apakah engkau telah bisa meredam segala emosi yang membuncah di dadamu? Apakah engkau bisa untuk tetap berdiri tegak meski badai menerpamu? Bisakah engkau berkomitmen untuk mengembalikan segala perkara yang ada kepada al-qur’an dan sunnah, dan bukan dengan emosi yang meledak-ledak? Bagaimana dengan kuantitas dan kualitas ilmumu? Sudah cukupkah ilmu itu sebagai pondasi yang kokoh bagi rumah tanggamu? Cukupkah ilmu itu untuk mendidik istri dan anak-anakmu? Sudah sanggupkah engkau untuk menjadi qowwam yang baik, pemimpin yang baik bagi istri dan anak-anakmu? Sudah mampukah dirimu untuk memberikan penghidupan yang layak untuk keluargamu?
Renungkan dan tanyakanlah pada hatimu, wahai saudaraku…
Aku tahu, sebagian dari kalian mungkin akan ada yang memprotes. Tidak ada orang yang sempurna. Pernikahan ada untuk saling melengkapi satu sama lain. Ya…ya…kuterima protesmu. Aku tahu, no one is perfect. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Dan kita hidup di dunia ini adalah untuk menyempurnakan diri. I see…Tapi, kenapa kita tidak mengambil kemungkinan terburuk saja untuk menghadapinya? Dengan mengambil kemungkinan-kemungkinan terburuk itu, kita akan bisa merancang solusi dan pemecahan masalah dengan baik. Kita akan menjadi bijaksana dengan itu. Dan jika ada peluang untuk perfect, why not?
Ikhwaniy fiddiin…
Demi Allah, jika engkau adalah seorang lelaki yang baik dan mencintai kebaikan, maka tidaklah ada sesuatu yang dapat merintangimu untuk berlaku adil dan menjauh dari kezhaliman…
Jagalah izzahmu, sebab seorang lelaki yang baik adalah seorang laki-laki yang memiliki izzah. Jangan sampai engkau melanggar syariat hanya demi mencapai tujuanmu. Dalam masa ta’arufmu, gunakanlah wasilah, seorang yang tsiqah dan dapat engkau percayakan padanya urusanmu. Jagalah hubunganmu dengan wanita yang ingin kau pilih. Jangan sampai kalian terjatuh dalam lubang khalwat dan maksiat. Jika engkau telah merasa mantap dengan wanita pilihanmu, engkau telah beristikharah, dan Allah menjawab doamu dengan jawaban yang positif, maka segera datangi wali wanita pilihanmu. Jangan datangi anaknya, datangi ayahnya! Sebab, seorang anak gadis adalah milik ayahnya. Jika engkau telah menghadap pada calon mertuamu, tunjukkanlah pada beliau, bahwa engkau adalah seorang pemuda shalih yang tak pantas untuk ditolak. Tunjukkan dengan cara yang ma’ruf, bahwa engkau adalah seorang pemuda dengan mental baja, keberanian, ketegaran, kesabaran, serta memiliki kematangan ilmu. Sesungguhnya seorang laki-laki yang memiliki mental baja, keberanian, ketegaran, kesabaran dan kematangan ilmu adalah laki-laki yang pantas untuk dipilih dan dijadikan pemimpin bagi wanita. Sebab dengan itu semua, dia akan bisa menghadapi pahit dan sakitnya dunia. Tapi, jangan pernah lupakan, bahwa sikap dan akhlaq yang baik, tutur kata yang menawan, adalah kunci suksesmu untuk memikat hati calon mertua. Jangan sampai engkau tergelincir pada pengguruan terhadap orang tua. Sebab, tak ada orang tua manapun yang suka digurui oleh anak kecil!!
Jika engkau seorang laki-laki yang baik, tentunya engkau akan menunjukkan akhlak dan kredibilitasmu sebagai seorang yang benar-benar baik. Seorang yang paham diin serta matang emosi.
Persiapkan mentalmu untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan apapun. Jika pinanganmu diterima, maka bersyukurlah. Dan tunaikan kewajibanmu untuk segera menikah. Serta jangan lupakan bahwa setelah menikah engkau memiliki konsekuensi yang harus kau jalani!
Tapi, jika pinanganmu ditolak, maka bersabarlah…dan jangan lepaskan rasa syukur itu dari hatimu. Seharusnya, engkau semakin bersyukur, sebab Allah masih mencintaimu dan menginginkan seorang yang lebih baik darinya untukmu. Jika engkau ditolak, berlapangdadalah. Jangan lepaskan senyum dari wajahmu. Dan ingat, tindakan mengejar-ngejar seorang wanita itu sangat patut untuk dipertanyakan. Kenapa? Sebab, kesan yang akan timbul semuanya akan mengarah kepada kebutuhan di atas tempat tidur, bukan kebutuhan untuk bersama-sama berjuang menghadapi hidup dalam bahtera pernikahan! jagalah izzahmu, wahai para pria!! Bersikaplah yang tenang, cool…sebab, disanalah kuncinya…
Aku yakin, jika engkau memang seorang lelaki yang shalih dan baik…tiada seorang pun yang akan menolakmu sebagai pengganti wali bagi anak-anak gadisnya…
Percayalah, sebab aku mengatakannya sebagai seorang wanita. Yang pernah menghadapi susahnya dikhitbah seorang pria…
Kudoakan, semoga Allah mempermudah jalanmu dalam menemukan tulang rusukmu yang hilang…
Dan setelah tiba masamu untuk bersanding dengan wanita pilihanmu, dan engkau telah menemukan tulang rusukmu yang hilang…jangan pernah lupakan, sekali lagi, jangan pernah lupakan bahwa kau punya kewajiban yang harus kau tunaikan!
Wanita shalihah adalah bunga. Sekuntum melati yang harum dan indah. Jika kau telah memetiknya, jangan pernah kau sia-siakan dia. Jaga dia baik-baik dalam taman hatimu, rawat dia, dan pelihara dia dengan baik. Tentu ia akan membutuhkan sentuhan tanganmu. Siangi benalu-benalu liar yang tumbuh di sekitarnya. Jangan sampai ia layu dan mati karena kelalaianmu.
Berbuat adillah, wahai para calon Abu Abdillah…!!!!
Sesungguhnya sepah memang pantas dibuang setelah habis manisnya. Tapi, sekuntum melati, tak pantas kau siakan setelah kau berusaha untuk memetiknya dari dataran tinggi yang terjal dan penuh dengan rintangan!
Sesungguhnya, seorang wanita baik-baik jika telah memilih seorang laki-laki dalam hidupnya, maka ia akan berusaha untuk mempertahankan laki-laki itu di sisinya, dengan segenap cinta dan hatinya…
posted by Bunda HaNa @ 8/15/2006 02:43:00 PM   0 comments
Sabtu, Agustus 12, 2006
Apa itu Cinta
Apa itu cinta.... Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi kita. Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ... Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya. Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan. Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut. Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya. Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi. Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi. Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati. Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU. Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya. Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana, cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa. Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan. Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan. Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing. Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki. Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan. Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta. Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya. Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya. Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya. Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh. Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.





posted by Bunda HaNa @ 8/12/2006 02:56:00 PM   0 comments
Hidup adalah masalah pilihan.
Memilih untuk bahagia atau untuk sengsara. Memilih
untuk
dipulihkan atau untuk menyimpan kepahitan. Memilih
untuk
mengampuni atau untuk mendendam.

Hidup adalah masalah pilihan.
Kebahagiaan semu bisa anda dapatkan, yang sejati
tak jauh
dari jangkauan. Cinta kasih juga bisa anda miliki,
namun
dendam dan amarah juga bisa anda alami.

Persahabatan nan indah bukan impian,
pengkhianatan dan
kepahitan mungkin anda dapati.

Hidup adalah masalah pilihan.
Mengenai bagaimana anda menjalani hidup.
Mengenai bagaimana
anda menghabiskan seluruh waktu. Mengenai
bagaimana anda
mencapai impian. Dan mengenai bagaimana anda
memandang
kehidupan.

Ada orang yang menganggap kehidupan sebagai
angin yang
berhembus. Banyak yang datang dan yang pergi. Tak
dapat
ditebak, dan tak dapat diselami.

Ada pula yang menganggap kehidupan sebagai
medan peperangan.
Dimana ia harus berjuang tanpa henti. Tanpa
kedamaian di
hati.

Sementara yang lain menganggap kehidupan
sebagai kutuk dari
Yang Mahakuasa. Hidup tak lagi berarti bagi dirinya.
Ratap
tak pernah jauh dari mulutnya. Air mata mengalir
siang dan
malam, sebab hanyalah duka nestapa yang ada.

Namun...

Orang yang berbahagia menganggap kehidupan
sebagai suatu
emas yang mulia. Harta nan sangat berharga.
Anugrah Ilahi
yang tak tertandingi.

Dijalaninya hidup, dengan asa dan impian. Berjalan
dalam
jalan Sang Pencipta. Berserah sepenuhnya.
Melangkah setapak
demi setapak. Sampai didapatinya mahkota
kemuliannya.

Hidup adalah masalah pilihan. Yang manakah yang
anda pilih?
Tanyalah pada diri sendiri.

Dan jalanilah hidup anda.....
posted by Bunda HaNa @ 8/12/2006 02:51:00 PM   0 comments
Sabtu, Agustus 05, 2006
pesan adek ku
INGATI bila sunyi, RINDUI bila jauh, PAHAMI bila keliru, NASEHATI bila lalai, dan MAAFKAN bila terluka.Alangkah indahnya UKHUWAH bila segalanya karena Allah



posted by Bunda HaNa @ 8/05/2006 08:42:00 PM   1 comments
SYUKUR
Inilah fakta tentang nikmat yang dikaruniakan Allah SWT:

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"”. (QS-14:7)

"Menambah" berarti memberi sesuatu yang baru kepada sesuatu yang lain yang serupa dan sudah lebih dahulu ada.

Bersyukur = Nikmat + Nikmat

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat lalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS-14:34)

Bersyukur = Nikmat+Nikmat
Bersyukur+Bersyukur = Nikmat+Nikmat+Nikmat
Bersyukur+Bersyukur+Bersyukur = Nikmat+Nikmat+Nikmat+Nikmat
Bersyukur+Bersyukur+Bersyukur+Bersyukur = Nikmat+Nikmat+Nikmat+Nikmat+Nikmat

n = n + 1 ?

Subhanallah! Ilmu matematika pun tidak bisa menghitungnya!

Dan jika manusia tidak bersyukur, nikmat itu tidak hilang karena Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang:

Bersyukur = Nikmat + Nikmat

0 = 1 + 0 ?

Subhanallah! Bahkan ilmu matematika sekalipun memang tidak bisa menghitungnya!

Seseorang yang memiliki pengetahuan matematika akan mengatakan bahwa persamaan di atas adalah salah. Semestinya, jika kita menambahkan "bersyukur" di sisi kiri, maka akan ada "bersyukur" lain yang juga ditambahkan di sisi kanan. Itu benar secara matematis, tapi begitulah manusia, manusia dengan matematikanya:

"Sesungguhnya manusia itu, sangat lalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)"

... jika manusia "bersyukur", niscaya "nikmat"-lah yang akan bertambah. Itulah yang sesungguhnya.
posted by Bunda HaNa @ 8/05/2006 08:05:00 PM   0 comments
Kamis, Agustus 03, 2006
bagai kuntum bunga sakura
Semilir angin berhembus lembut menabuh daun, mengiringi ranting kecil pepohonan yang menari meliuk-liuk. Di langit, sinar mentari menelusup dari balik awan yang bergelayut. Menyapa ramah, kemudian mendekap hangat penghuninya. Musim semi memang telah tiba. Tsukushi dan sumire juga tampak bermunculan di sela rerumputan. Kembali, ketakjuban bagi jiwa telah dibentangkan bahwa alam semesta turut tunduk dan patuh pada peran dalam setiap lakonNya. Di permukaan tanah, beragam warna bunga liar lain berpadu menghamparkan permadani indah. Sejuk mata memandang, jiwa seakan tak lagi dahaga. Duhai... Lihatlah pula sakura yang merekah di mana-mana. Kelopaknya berwarna putih, sedikit dihiasi semburat merah muda. Setiap tangkai itu sarat dipenuhi kuntum bunga hingga tampak berjuntaian ingin mencumbu tanah. Ketika angin menggoda, ia pun menggeliat manja. Sakura di musim semi memang selalu menebar pesona. Kehadirannya tak pernah lupa dinantikan jutaan manusia di negerinya. Seperti biasa mereka duduk berkelompok di bawah pohon seraya menikmati keindahannya, bahkan tak peduli waktu siang atau malam. Tak jarang pula banyak yang bernyanyi-nyanyi atau sekedar mengabadikan kecantikannya. Memang sebuah fitrah bila manusia menyukai segala yang indah. Rasa ini akan membuahi putik-putik kasih, kemudian merekah menjadi bunga cinta yang bersemi di hati. Indah... Semua begitu indah mempesona. Sebuah kreasi di alam semesta yang menakjubkan dari Sang Pemilik Keindahan. Namun, walaupun bunga sakura indah menawan, usianya tak pernah panjang. Satu persatu kelopaknya akan jatuh berguguran. Hanya berkisar selama dua pekan, punah lah semua. Pohonnya akan penuh daun saat musim panas, kemudian rontok ketika musim gugur menjelang. Sepanjang musim dingin, hanya dahan dan rantingnya yang tersisa. Sakura akan mekar ketika musim semi kembali tiba. Hmm... Tidakkah bunga sakura yang merekah sebenarnya sebuah tausyiah bagi hati ini. Meski usianya begitu singkat, tak pernah menghalanginya untuk menebarkan keindahan yang dimiliki. Umpama sepasang kekasih yang telah menjalin ikatan suci, persembahan terbaik dan terindah selama hidup di muka bumi hanya tersaji untuk yang dicintai. Bagai sakura yang telah menyandang keindahan selama mekar kuntum bunganya, bukankah seyogyanya juga manusia mesti memberikan yang terbaik sepanjang hidupnya. Tak henti menebarkan rasa cinta dan kasih sayang dalam segala akhlaq serta tingkah laku, hingga kematian itu nanti menghampiri kita. Karena sebagai insan kita tak pernah tahu hingga kapan umur ini diamanahkan. Jikalau cinta bagi sakura adalah mekar mempesona ketika musim semi tiba, maka cinta bagi seorang hambaNya adalah senantiasa merundukkan hati dan raga. Pasrah, seraya meratakan kening pada hamparan sajadah. Meneteskan air mata kerinduan serta tak pernah lelah merengkuh dari Sang Pemiliknya. Wallahu a'lamu bish-shawaab. taken from email Artaqiem Daydy.S.Si jakarta Selatan




posted by Bunda HaNa @ 8/03/2006 02:58:00 PM   0 comments
wortel.. telur and Kopi ( kita yang mana yaa?? )
Seorang gadis mengadu pada ibunya, berkeluh kesah
tentang kehidupannya yang dirasa amat berat. Gadis itu
tidak tahu bagaimana dia akan melalui semua itu dan
merasa ingin menyerah saja. Dia merasa lelah berjuang
dan menderita dalam kehidupan ini. Jika satu masalah
teratasi, akan timbul masalah baru.

Ibunya mengajak putrinya menuju dapur. Diisinya 3 buah
panci dengan air dan direbusnya air itu dengan api
yang besar. Begitu semua air mendidih, dia masukkan
wortel pada panci pertama, telur pada panci ke dua,
dan butiran kopi di panci terakhir. Mereka menunggu
sampai ketiga air di panci kembali mendidih.

Dalam 20 menit kompor-kompor dimatikan oleh sang ibu.
Wortel dikeluarkan dan diletakkannya di sebuah piring.
Begitu juga dengan telur dan kopi diletakkan dalam
piring dan gelas berbeda. Sang ibu memandang putrinya
sambil berkata :” Katakan apa yang kamu lihat.”
Putrinya menjawab : “ Wortel, telur dan kopi.”

Ibunya meminta putrinya agar mendekat dan merasakan
wortel itu. “ Wortel itu menjadi lembek.” Ibunya
kemudian meminta putrinya untuk memecahkan telur yang
telah matang itu. Setelah mengupas kulitnya, dia sadar

bahwa isi telur itu telah mengeras karena direbus.
Akhirnya sang ibu meminta putrinya untuk meminum kopi
yang telah matang. Putrinya tersenyum merasakan
keharuman kopinya. "Apa arti semua ini, ibu ?” tanya
putrinya. Ibunya menjelaskan bahwa setiap benda-benda
itu telah melewati “Kemalangan” yang sama, yaitu
direbus di dalam air mendidih. Namun tiap benda
punya reaksi berbeda.

Wortel itu sebelumnya kuat, keras dan “tidak
berperasaan.” Namun setelah direbus dia menjadi lunak
dan lemah. Telur itu sebelumnya rentan, mudah pecah.
Punya dinding tipis untuk melindungi cairan di
dalamnya. Namun setelah direbus, cairan di dalamnya
menjadi keras. Sedang butiran kopi adalah fenomena
unik, ia menjadi air setelah direbus.

" Termasuk yang mana kamu, anakku ?” kata ibu pada
putrinya. " Jika kemalangan mengetuk pintumu,
bagaimana kamu meresponnya ? Apakah kamu seperti
wortel, sebutir telur atau biji kopi ?”

Camkan Hal ini :

Termasuk yang mana aku ini ? Apakah seperti wortel
yang terlihat keras namun ketika dihadang masalah dan
kemalangan aku menjadi lemah dan kehilangan
kekuatanku ?

Apakah hatiku rentan seperti isi telur, namun ketika
“di didihkan” oleh kematian, perpisahan, masalah
keuangan atau ujian-ujian lainnya menjadikan hatiku
kuat ? Apakah dinding luarku masih terlihat sama namun
kini didalam aku menjadi seorang yang gigih dan
berjiwa keras ?

Atau aku mirip dengan biji kopi ? Biji kopi sebenarnya
mengubah air panas disekitarnya, yaitu keadaan yang
membawanya dalam kepedihan. Ketika air mulai mendidih,
maka dia mengeluarkan aroma dan rasa kopi yang nikmat.


Bila keadaan menjadi kian memburuk, mampukah kalian
mengubah situasi di sekitar menjadi suatu kebaikan ?
Ketika hari kian gelap dan ujian semakin meningkat,
apakah kalian mengangkat diri sendiri ke tingkatan
yang lain? Bagaimana kalian menangani masalah-masalah
hidup yang datang silih berganti ? Apakah kalian mirip

sebuah wortel, sebutir telur atau biji kopi ?

Semoga kalian mempunyai cukup bekal kebahagiaan untuk
membuat hidup terasa indah. Cukup ujian agar membuat
kalian kuat, cukup kesusahan agar kalian lebih
manusiawi, dan cukup harapan untuk membuat kalian
mampu bertahan hidup.

Ketika dilahirkan, bayi menangis disaat semua orang
tersenyum menyambut kehadirannya. Menangkan hidup ini
agar diakhir perjalanan nanti kita bisa tersenyum
ketika semua orang disekitar menangis.

Dunia ini memang panggung sandiwara, kita dan semua
yang kita lihat hanyalah ilusi yang penuh dengan
kiasan-kiasan. Kita bukan siapa-siapa, kita bukanlah
seperti yang kita sangka. Kita hanyalah
bayangan-bayangan, pujilah Dia Yang mampu membuat
bayangan-bayangan bisa mendengar, melihat, merasa,
berbicara, dan berbuat apa saja. Bukalah hati, mata
dan pikiranmu semasa di dunia, karena siapa yang buta
hatinya di dunia, di akhirat nanti akan semakin dibuat
buta oleh Tuhan-nya…..Subhanallah ~

taken from email, sender Artaqiem Daydy.S.Si Jakarta Selatan
posted by Bunda HaNa @ 8/03/2006 02:33:00 PM   0 comments
about me
Foto Saya
Nama:
Lokasi: INA, NKRI, Indonesia

Anfa'u liddiin wa linnaas

MP3 Musik

Udah Lewat
Archives
ShoutBox
Name :
Web URL :
Message :
Banner

Mutiara

SAHABAT
...
Cahaya hati