pernah merasa kalangkabut?? opernah merasa tak bisa terpejam mata?? pernah merasa memiliki seorang anak walau belum pernah melahirkan?? pernah merasa takut kehlangan?? pernah sedih?? pernah merasa miris?? terpana melihat sosok anak kecil berusia 6 bulan ini lesu... dia yang lucu terkulai hanya bisa menangis... dia yang sering menajdi mainan pelipur sedih terbaring senyum tanpa suara tawa... MUHAMMAD FARHAN ROSYADI.. dia DIARE.... entah lah.. habis akal rasanya.. kasihan melihat adik ku ( ummi nya farhan ) melakukan apapun... aku hanya bisa terpana melihat abi dan ummi nya farhan sibuk... mecuci semua popok nya sambil menangis membayangkan batapa dia tersiksa dengan sakit nya.. hanya dia tak mampu berkata kata.. maafkan mimi nak.. mimi tak bisa membantu apa-apa... yang pasti mimi sayang farhan... ku gendong tetap menangis... ku candai makin melengkin suara nya.. aku rindu tawa nya.. jambakan tangan nya... dan suara lucu nya... BAB nya sering banget.. si tembem kini tirus... menitik air mata haru.. ya ALLoh... angkat derita ananda kami ya Robb... jika bisa dan jika boleh.. biarkan hamba yang menggantikan nya... ayuhal ikhwah yang membaca cerita ku malam ini... Doakan keponakan ku yaaa.... jazakumulloh atas doa kalian...
cinta yang ada di hati ku semoga tumbuh rindang dan kokoh mengakar... semoga CINTA ALLOH yang ku rasakan... ....semoga itu bukan karena "Ketakutan" jika aku melangkah ....semoga itu bukan karena "Keberanian" jika aku melangkah ....semoga itu bukan karena "Kesombongan" jika aku melangkah ....semoga itu bukan karena "Kerendahdirian" jika aku melangkah ....semoga itu bukan karena "Mengharap pandangan orang" jika aku melangkah ....semoga itu bukan karena "Merasa kasihan" jika aku melangkah ....semoga itu karena "Kerinduan" jika aku melangkah ....semoga itu karena "Cinta" jika aku melangkah ....semoga itu karena "Hakikat" jika aku melangkah ....semoga itu karena "ALLAH" "Ya ALLAH, let me love You and give my best only for You"
Kalau tak dapat menjadi cemara di puncak bukit Jadilah perdu di lembah, tetapi jadilah Perdu kecil yang terbaik di samping bukit Jadilah semak kalau engkau tak mampu menjadi pohon
Kalau engkau tak dapat menjadi semak, jadilah segerombol rumput Dan menjadikan jalan raya lebih meriah Kalau tidak mampu menjadi ikan besar jadilah ikan kecil Tetapi ikan kecil yang paling bergairah di danau
Tidak mungkin semua menjadi kapten, kita harus menjadi awak kapal Ada sesuatu bagi kita semua. Ada pekerjaan besar ada pula yang kecil Dan tugas pertama yang harus kita kerjakan adalah yang terdekat
Kalau tidak mungkin menjadi jalan raya maka jadilah jalan setapak Kalau tidak mungkin menjadi matahari jadilah sebuah bintang Bukan ukuran yang menentukan anda menang atau kalah Tetapi jadilah yang terbaik apa pun peran anda
“kulayangkan pandangku melalui kaca jendela dari tempatku bersandar seiring laju kereta membawaku melintasi tempat-tempat yang indah membuat hidupku jadi penuh riuh dan berwarna kulepaskan rinduku setelah aku kembali pulang…” –padi,…g tau judulnya ^ ^
Sepanjang jalan. ..yang ada di kepala hanya mereka yang kurindu.
Yang wajah-wajahnya selalu kuingat. Yang tiap wajah punya ruang di dalam hatiku. Yang masing-masing wajah punya cerita bersamaku. Setiap wajah selalu punya sesuatu untuk dibagi bersamaku. Yang tiap wajah selalu kurindu. Merekalah yang kurindu.
Yang smsnya selalu kutunggu. Yang smsnya selalu mebuatku tersenyum. Yang isi smsnya terkdang membuatku tertawa hingga terjengkang. Yang smsnya selalu membuatku semakin merindukan mereka. Merekalah yang kurindu.
Yang suaranya selalu bergema di telingaku. Yang telponnya selalu kutunggu tiap malam. Yang tiap kali bicara denganku selalu meneduhkan hatiku yang bagai riam. Mereka itu yang kurindu.
Yang ketiadannya membuatku sepi, sepi yang mengiris hingga ke ulu hati. Yang rasa sepinya selalu membuatku menangis di tiap kali sujud. Yang dalam tiap kali tangis, nama merekalah yang terucap dan doa Robitoh kupanjatkan. Mereka semua yang kurindu.
Yang tiap kebaikannya selalu kukenang. Yang tiap amarahnya selalu menyadarkan. Yang doa mereka selalu mengiringku berjalan. Yang selalu ada maaf setiap kali aku salah. Mereka adalah orang-orang yang kurindu.
Yang selalu temaniku di tiap langkahku di jalan-jalan yang asing. Yang selalu meramaikan hidupku yang terkadang sendiri. Yang selalu bercerita tentang cinta. Yang selalu membuatku bahagia. Mereka itu yang kurindu.
Yang selalu ada di hati dan takkan pernah mati. Yang tiap kejadian bersama mereka akan selalu abadi. Yang tak pernah benci walau sudah kusakiti. Yang siap setiap saat tiap kali kumencari. Yang mengajariku tentang cinta yang hakiki. Mereka semua sangat kurindu.
Yang mendukungku tiap kali aku mulai lompatan besar. Yang menyokongku dengan doa, cinta dan kasih sayang. Yang menggandengku di masa-masa gelap, dan melepasku kala aku siap. Yang menangkapku tiap kali aku jatuh. Yang mengobatiku tiap kali aku sakit. Yang memelukku tiap kali aku menangis. Sungguh, mereka semua yang kurindu.
Yang menertawaiku tiap kali aku melakukan hal-hal bodoh. Yang bercanda bersamaku. Yang merasakan apa yang kurasa. Yang ikut menangis bila aku menangis, yang ikut bahagia tiap kali aku menang. Yang menjadi tempatku mengadu tiap kali aku kalah. Yang dengan seluruh tenaga akan mendorongku untuk kembali berjuang. Mereka-mereka itulah yang kurindu.
Yang seiring sejalan bersamaku. Yang setia menemaniku mengarungi hidup. Yang menegurku tiap aku silap. Yang banyak mengajariku hal-hal yang berguna. Yang selalu menegarkanku. Yang selalu menjagaku dari segala yang mungkin menyakitiku. Yang selalu melindungiku selama aku tumbuh. Yang membuatkanku benteng penuh cinta agar kudapat tumbuh dan hidup dengan nyaman dan aman. Mereka-merekalah yang kurindu.
Yang akan kuberikan terbaik dari yang kumiliki. Yang akan selalu kubagi apa yang kupunya. Yang seluruh cinta dan rasa sayangku kuberi untuk mereka. Yang ingin kulindungi dan selalu kujaga. Yang ingin selalu kubuat bahagia, tersenyum dan tertawa. Yang ingin selalu kuiringi. Yang akan kuhibur tiap takut mencekam. Aku merindukan mereka.
Di sepanjang rel ini aku tersenyum. Senyum penuh bahagia karena tahu sebentar lagi akan bertemu dengan orang-ornag yang kurindu, kusayang dan kucinta. Di tempatku tumbuh besar yang kusebut rumah. tempatku kembali pulang...-